Page cover image

Dali Kewara Pics

Pria yang mencintai tidur, berfilosofi, dan memahami alam. Dimanapun tempatnya, yang dicari-cari selalu Nasi Goreng, dan Es Jeruk Manis—karna belakangan sadar kalau minum Es Teh setelah makan itu tidak baik.

Sedikit hal yang saya suka, dan tidak suka dengan banyak hal yang orang suka.

TENTANG PETUALANGAN.

Selalu ada agenda untuk mengunjungi tempat-tempat yang asik. Suka pergi dengan sedikit orang soalnya enak tidak terlalu ribet—but, alone is preferred—dan kalau ke wisata alam, selalu mencari tempat yang sepi, supaya bisa leluasa menikmati keindahannya. Paling suka pergi ke gunung—tempat dimana saya bisa mengerti dan memahami seperti apa peran manusia yang seharusnya.

Saya rasa, mendokumentasikan perjalanan adalah hal yang menarik untuk dilakukan.

memotret air

MENULIS ITU...

Sesuatu yang biasa saya lakukan untuk mengekspresikan diri. Saya tidak pandai berekspresi dengan gerak-gerik tubuh seperti kebanyakan orang. Saya lebih suka diam dan mengamati keadaan. Saya lebih condong untuk sebisa mungkin tidak terlibat dengan masalah dan hal-hal merepotkan lainnya—kecuali kalau memang harus—dan kalaupun itu terjadi, saya adalah tipikal orang yang mencari cara paling simple untuk menyelesaikannya.

Saya juga tidak pandai menyampaikan perasaan saya kepada orang lain—memang lebih mudah kalau menuliskannya. Menulis dan membaca adalah satu paket, dan saya suka keduanya.

Terkadang... saat menulis, saya merasa bebas. Seolah-olah tembok yang selama ini menghalangi saya untuk berekspresi tidak pernah ada.

SENI ADALAH SESUATU YANG MENARIK.

Bagi saya sendiri, seni adalah salah satu hal paling menarik untuk dinikmati di muka bumi ini. Meskipun saya berfikir demikian, ternyata mengerti tentang makna seni tidaklah mudah. Setiap orang punya prespektif sendiri yang berbeda-beda, dan mereka punya selera terhadap seninya masing-masing. Tidak ada yang salah dalam seni, hanya saja manusia sering berfikir terlalu liar.

Umumnya, saya suka semua jenis seni. Lagipula, berjalannya kehidupan ini juga merupakan bagian dari seni... kan?

I LOVE BACKEND.

Mungkin, sudah menjadi takdir tersendiri bagi saya menjadi seorang Backend Programmer/Developer. Meskipun saya juga bisa Frontend, hanya saja terkadang saya malas. Biasanya begini, kalau saya sedang membuat desain website atau aplikasi, saya suka tidak puas—rasa dalam hati. Saya selalu melihat ulang desain yang telah saya buat, lalu membatin "Kok gini ya?"—padahal sebelumnya saya bilang kalau itu bagus. Akhirnya tidak selesai-selesai.

Rasanya sangat berbeda dengan Backend, meskipun sama-sama—merasa—tidak puas, namun selalu ada progress yang ditimbulkan, dan menjadi lebih baik. Mungkin karena Backend lebih condong dengan logika berfikir daripada perasaan, sehingga rasa kepuasan dalam hati menjadi berbeda. Lagipula, saya suka memikirkan cara-cara unik tentang bagaimana sesuatu bekerja, algoritmanya, sebab akibatnya, dan sejenisnya.

Visual Studio Code

Backend mirip dengan kehidupan manusia. Tidak peduli bagaimana wajah kita, tidak peduli bagaimana penampilan kita, tetap yang dinilai adalah proses kita dalam menjalani hidup. Asik.



ty.

Do you want to make a collaboration with me? or just want to know me more? Don't hesitate to send me email.

Change logs.
  • Saturday 05:01 AM, July 18 2020 | "configure netlify cms & changed default frontmatter"
  • Friday 12:33 AM, July 17 2020 | "new theme 'rujak cingur' and some major changes"