about_me

December 22, 2019

Dali Kewara Pics

Pria yang mencintai tidur, berfilosofi, dan memahami alam. Dimanapun tempat, yang dicari selalu Nasi Goreng, dan Es Jeruk Manis—karna belakangan sadar kalau minum Es Teh Manis habis makan itu tidak baik.

Sedikit hal yang saya suka, dan tidak suka dengan yang kebanyakan orang suka.

TENTANG PETUALANGAN.

Selalu ada agenda untuk mengunjungi tempat-tempat yang asik. Pergi dengan sedikit orang, karna tidak terlalu ribet—but, alone is preferred—dan kalau ke wisata alam, nyarinya yang sepi, supaya enak nikmatinnya. Paling suka pergi ke gunung, tempat dimana saya bisa mengerti dan memahami, seperti apa peran manusia yang seharusnya.

Saya rasa, mendokumentasikan perjalanan juga adalah hal yang menarik untuk dilakukan.

memotret air

MENULIS ITU…

Sesuatu yang bisa saya gunakan untuk mengekspresikan diri. Saya tidak pandai berekspresi—dengan gerak-gerik tubuh seperti kebanyakan orang. Saya lebih suka diam dan mengamati saja. Saya lebih condong untuk sebisa mungkin tidak terlibat dengan masalah dan hal-hal merepotkan lainnya—kecuali kalau memang harus—dan kalau itu terjadi, saya adalah tipikal orang yang mencari cara paling simple untuk menyelesaikannya.

Saya juga tidak pandai menyampaikan pada orang lain apa yang ingin saya katakan, memang lebih mudah kalau menuliskannya. Menulis dan membaca, keduanya satu paket, dan saya suka keduanya.

Terkadang… saat menulis, saya merasa bebas. Seolah-olah penghalang yang selama ini mengurung saya untuk berekspresi tidak pernah ada.

SENI ADALAH SESUATU YANG MENARIK.

Bagi saya sendiri, seni adalah hal yang paling menarik untuk dinikmati. Meskipun saya berfikir demikian, ternyata mengerti—makna—seni sangatlah sulit. Setiap orang punya prespektif yang berbeda-beda, dan mereka punya selera terhadap seninya masing-masing. Tidak ada yang salah dengan seni, hanya saja manusia sering berfikir terlalu liar.

Umumnya, saya suka semua jenis seni. Lagipula, berjalannya kehidupan ini juga merupakan bagian dari seni… kan?

BACKEND & HIDUP.

Sudah menjadi takdir tersendiri bagi saya menjadi seorang Backend Programmer/Developer. Meskipun saya juga bisa Frontend, cuman terus terang saya malas. Biasanya gini, kalau saya sedang membuat desain website atau aplikasi, saya suka tidak puas—rasa dalam hati. Saya selalu melihat ulang desain yang telah saya buat, lalu membatin “Kok gini ya?”—padahal sebelumnya saya bilang bagus. Akhirnya tidak selesai-selesai.

Rasanya beda banget dengan Backend, meskipun sama-sama—merasa—tidak puas, namun selalu ada progress yang lebih baik. Mungkin karena Backend lebih condong dengan logika berfikir ketimbang perasaan, jadi rasa kepuasan dalam hati jadi beda gitu. Lagipula, saya suka memikirkan cara-cara unik tentang bagaimana sesuatu bekerja, algoritmanya, sebab akibatnya, dan sejenisnya.

Visual Studio Code

Backend mirip dengan kehidupan manusia. Tidak peduli bagaimana wajah kita, tidak peduli bagaimana penampilan kita, tetap yang dinilai adalah bagaimana proses kita dalam menjalani hidup. Asik.



ty.

  • Email: dalikewara@gmail.com
  • Facebook: dalikewara
  • Github: dalikewara
  • Gitlab: dalikewara
  • Twitter: harukii_kun
  • Instagram: harukii_kun

Do you want to make a collaboration with me? or just want to know me more? Don’t hesitate to send me email.


Dali Kewara

Written by Dali Kewara who lives and works as Backend Programmer/Developer—building useful and unexpected things—in Indonesia. He also runs for #art, #writing, and #journey. You should follow him on Github or Instagram.